Jumat, 17 Juni 2011

Lambang Nenas di Kota Baubau

Oke. Kali ini Nining bakal ngeposting tentang lambang NENAS di Kota Baubau alias di Pulau Buton...
Sebenarnya ini udah lammmmaaa skali mau diposting. Tapi, karena kesibukan dan lain hal sebagainya, jadi gak sempat-sempat... plus ini janji Nining sama Kk Diah waktu Kk Diah nanyain tentang lambang Nenas itu sendiri... :)

Nenas

Ketika tiba di Kota Baubau dan ke luar dari Pelabuhan Murhum, pasti mata kita akan tertuju pada sebuah karya manusia berupa NENAS berukuran besar. *jangan dimakan ya. Soalnya terbuat dari semen. Hehehe...

Mau tahu mengapa di Kota Baubau alias di Pulau Buton ada Nenas???
Oke. Ceritanya begini *nyontek dari mata pelajaran Mulok sewaktu SMA...
Nenas merupakan pencerminan dari Masyarakat Buton itu sendiri.
Nenas merupakan jenis tanaman yang bisa tumbuh di mana saja, selayaknya masyarakat Buton yang bisa beradaptasi di lingkungan manapun.

Nenas memiliki rambut mahkota yang berjumlah 9 lembar, yang merupakan payung yang disebut Siolimbona, yaitu sembilan pemimpin yang memayungi masyarakat Buton.

Di bagian bawah nenas, terdapat 4 helai daun, yang artinya ada 4 falsafah yang masih dipegang teguh oleh Masyarakat Buton hingga sekarang, yaitu:
1. Pomaa-maasiaka, saling menyayangi.
2. Poangka-angkataka, saling menghormati.
3. Popia-piara, saling memelihara.
4. Pomae-maeka, saling takut-menakuti, artinya di sini (kalau menurut Ning) saling menghargai lah antar sesama.

Mata nenas sendiri itu melambangkan bahwa sudah itulah masyarakat Buton. Memang nenas merupakan tanaman yang berduri, akan tetapi rasa buahnya manis. Selayaknya juga seperti masyarakat Buton yang memang disegani oleh orang-orang, namun dibalik itu semua, masyarakat Buton banyak disukai oleh orang-orang, karena keramahannya dan kesopansantunannya.

Oke. Ning rasa cukup penjelasan kali ini.
Haaa... Lega bisa posting juga tentang Nenas... :)

9 komentar:

Anonim mengatakan...

gapapa Ning.. nyontek buku pelajaran juga..

kita-kita yang jauh kan jd bisa tau :0

Diah Alsa mengatakan...

mantaaapp niiih, jadii dapat nilai berapa pas pelajaran Mulok SMA say?? xixiix

Nining emang anak Buton asli yaaa, sampe sedetail itu tau tentang sejarah kotanya, thumbs up, salute :)

makasih yaa say udah posting ttg ini, sayang banget kemarin gk sempat foto di deket nanas :D

Lidya Fitrian mengatakan...

kok sama ya seperti di subang ada lambang nanas

Sofyan_zero mengatakan...

Mantaaaaaap ka nining,, Habis itu nanti bahas buah rambutan, kaLo perLu semua buah-buahan di jeLaskan,, hahahaha,,,, ^_^

Unknown mengatakan...

saya baru tahu kalo itu lambang kota Bau bau. kirain lambangnya utk kota Palembang yg terkenal nanasnya

Anonim mengatakan...

falsafahnya dalam banget ya,
tapi banyak nggak nanas di sana

Gaphe mengatakan...

ternyata ada filosofinya yah. kirain karena hasil panen terbesar atau komoditas utama bau-bau tuh nenas makanya dipasang gede banget. keras lagi, hahaha

tapi emang selalu, falsafah tuh maksudnya baik. mengingatkan semuanya untuk saling menghargai, menghormati, tolong-menolong.

Abah mengatakan...

saya kira kota subang aja yang identik dengan nanas. salam kenal. :D

ningsyafitri mengatakan...

@Mba Hilsya: Iya... Syukur juga kemarin sempat diajarin sama p'guru... Hehehe...

@Kk Diah: Nggg...lupa dapat berapa tuh Muloknya.
Hehehe... Yaa, seenggaknya bisa taulah apa yg ada di kota sendiri. Nnti ditanya knp ini, knp itu, ttg Kota Baubau sama orang lain, kan malu juga gak tau apa2... Hehehe...

@Mba Lidya: Iya??? Klo di Baubau khususnya Buton, nanas sendiri dijadikan penggambaran bagaimana masyarakat Buton itu...

@Sofyan : Okmi, bos. Nnti sa jelaskan maknanya satu2. Hahaha... *kidding...

@Mba Fanny: Salah satu lambang Masyarakat Buton sih sebetulnya...
:)

@Mondasiregar: Iya. dalem banget. Yg jelas ini mesti dijaga deh...
Nanas???
Lumayan sih... Hehehe...

@Kk Gaphe: Coorrreeeccttt...
Wktu baru tahu aja, Nining kagetnya minta ampun... Kaget.Kaget. ooohhh...ternyata gitu...
Ya, Buton seperti itulah... :)

@Rahmat: Buton juga... :)
Salam kenal juga, rahmat...