Selasa, 15 November 2011

Crying

Malam ini, saya menyempatkan diri untuk menulis. Iya. Karena dengan menulislah, saya bisa mengekspresikan diri saya, bisa bercerita apa yang terjadi hari ini dan kemarin. Hmm...
Saya menangis.
Sampai saya menulis tulisan ini pun air mata saya masih belum kering. Tidak tahu kenapa, musik dan artikel yang dibaca dari blog dosen saya, Ibu Nani Cahyani, S.Pd, langsung meneteskan air mata ini. Semua beban pikiran ini langsung tercurahkan pada air mata yang tidak sengaja mengalir di tepian pipi saya. Iya. Saya cengeng. Sedikit-sedikit menangis, sedikit-sedikit menangis. *Haruskah seperti itu, Ning? Haruskah?

Saya ingat beberapa hari lalu, setelah salah satu sahabat saya, M, menceritakan tentang suatu 'cerita' atau lebih tepatnya suatu masalah yang sedang dihadapi sahabat kami, R, yang jauh di sana. Tiba-tiba saja, saya meneteskan air mata (lagi). Di awalnya saya masih bisa menghapus air mata, tapi ketika sahabat saya, M, itu pergi karena ada urusan, saya langsung menelepon R. Dan untuk membuka perbincangan via telepon pun bukan lagi ucapan salam, melainkan tangisan dari saya. Dan R pun sepertinya kaget, kenapa saya menangis.
Beberapa saat kemudian, saya mencoba menanyakan kabarnya, tentunya dengan sedikit tangisan kecil. Dan dia pun menjawab keadaannya baik-baik saja. Tapi, saya terus-menerus menanyakan kabarnya, hingga akhirnya kami menangis bersama via telepon. *Ya Allah... Kami berdua ini. >.<

Itulah kami. Sedikit saja masalah yang menimpa salah satunya, perasaan ini mulai tidak bisa menahan air mata untuk merasakan kesedihannya. Ketika kebahagiaan tercipta, kami harus menikmatinya bersama-sama. Saya yakin kok, dia lebih kuat dari si penulis artikel ini. Saya yakin, dia bisa melewati semuanya dengan baik. Insya Allah.

Dan sekarang, alasan mengapa saya menangis, mungkin karena saya cukup lelah di hari-hari terakhir ini. Di sisi lain, saya harus bisa menunjukkan profesionalitas sebagai seorang mahasiswi. Insya Allah bisa. Insya Allah.

12 komentar:

Nurmayanti Zain mengatakan...

ningggggg tegarlah ^__^
sini aku peyuuk >:D<

Bunda sylaa mengatakan...

wahh ternyata ada kembaran atma nih,masalah dikit ajah ga bisa nahan air mata...bawaannya masih cengeng hehe

Lidya Fitrian mengatakan...

ayo Ning kamu bisa

AJe mengatakan...

AYO AYO NINING PASTI BISA!

Unknown mengatakan...

duh kamu perasa sekali, Ning. cup cup..jgn nangis terus dong..cheeerrsss!!

Igniel mengatakan...

lelah jadi mahasiswi?
Sabar, klo lulus pasti terbebas dari belenggu :">

Diah Alsa mengatakan...

kadang menangis itu emang dibutuhkan Ning, menangis bisa mengurangi beban/sesak yg dirasa, tp klo terus2n menangis jg gak baik, bengkak nanti itu mata :D

Abah mengatakan...

tetep semangat ning!! :D

Tiara Putri mengatakan...

menangis bukan tanda cengeng kok kak Ning :D karena katanya kalau air mata udah keluar biasanya mood-nya menjadi lebih baik :D jadi menangis itu sebuah pertanda bahwa sesudahnya akan semakin kuat lagi :) semangat kak Ning :D

ningsyafitri mengatakan...

@All: Trimakasih sahabat2 blogger, sdh support Nining... >.<
Iya, lg sgt amat mnghrpkan support. >.<
Gak tahu, bawaannya pengen nangisss trusss... -___-

Trima kasih byk yaaa...

Una mengatakan...

Sabar ya Mbak Nining... semoga temannya baik-baik saja.
Semangat! Woohoo~

TMarsyam mengatakan...

kalian udah sehati artinya..
sabar ya ning.. :)